Loading
Tim Koordinasi Nasional Penanganan Sampah Laut
  • TENTANG KAMI
    • LATAR BELAKANG
    • STRUKTUR ORGANISASI
    • KELOMPOK KERJA
  • REGULASI
  • POJOK INOVASI
    • EKONOMI
    • TEKNOLOGI
    • KEPEMERINTAHAN
    • KEMASYARAKATAN
  • KNOWLEDGE
    • BERITA
      • NEWSLETTER
    • DOKUMEN
      • FILE
  • EVENTS
    • PROGRAM
      • LABUAN BAJO
    • INC-3
    • EUPHORIA
    • UN OCEAN CONFERENCE
      • MONITORING and ASSESSMENT
      • GLOBAL COMMITMENTS and ACTIONS
    • RESIK
  • Search
  • Menu Menu

Bukan Styrofoam, Kemasan Makanan Ini Ramah Lingkungan

November 3, 2020/1 Comment/in Berita/by admin

Bukan Styrofoam, Kemasan Makanan Ini Ramah Lingkungan

Reporter : Mutia Nugraheni
(01 November 2020)

Dream – Penggunaan plastik sekali pakai untuk membungkus makanan, sudah sangat berlebihan. Bisa dilihat dengan menumpuknya kemasan sampah plastik hingga mencemari lautan dan mengancam ekosistem lingkungan.

Sebuah terobosan dilakukan oleh sebuah perusahaan start-up bernama Evoware asal Indonesia. Perusahaan ini menghadirkan sederet produk pembungkus makanan sekali pakai yang ramah lingkungan.

Salah satunya adalah kotak makan mirip styrofoam. Bukan berasal dari bahan plastik yang sulit hancur, Evoware menggunakan batang tebu. Kemasannya cukup lebar seperti kotak plastik sekali pakai yang biasa digunakan untuk membawa makanan. Sebagai pelengkap, alat makan berupa garpu dan sendok terbuat dari kayu.

Baca Juga : KLHK Dorong Peran Produsen Dalam Pengurangan Sampah Kemasan

” The lunchbox is from sugarcane and as you can see we use wooden cutleries,” tulis keterangan dalam Instagram @evowareworld

Tak hanya itu, pada 2016 silam, Evoware merilis produk-produk ramah lingkungan untuk penunjang industri kuliner, yakni berupa gelas yang bisa dimakan. Gelas ini diciptakan untuk mengganti gelas plastik yang kerap jadi sampah.

Bahan utama pembuatan gelas dan juga kemasan yang bisa dimakan ternyata menggunakan rumput laut. Bahan rumput laut di Indonesia ini sebenarnya sangat mudah didapatkan, sayang cenderung kurang dimanfaatkan secara maksimal.

Gelas dari rumput laut diberi nama Ello Jello. Gelas ternyata bisa hancur dengan sendirinya secara alami selama kurang lebih 30 hari. Produk Ello Jello ini disebut juga sudah tersertifikasi halal.

Penjelasan selengkapnya baca Diadona.id

Artikel ini telah tayang di dream.co.id dengan judul “Bukan Styrofoam, Kemasan Makanan Ini Ramah Lingkungan” ,

https://www.dream.co.id/culinary/bukan-styrofoam-kemasan-makanan-ini-ramah-lingkungan–201030z.html

By dream.co.id

Share
  • Share on Facebook
  • Share on Twitter
  • Share on WhatsApp
  • Share on LinkedIn
  • Share by Mail
1 reply
  1. chayra
    chayra says:
    November 1, 2022 at 11:06

    informasi yang menarik, yuk kunjungi artikel unair https://www.unair.ac.id/raih-juara-ii-mahasiswa-unair-gagas-straw-box-pengganti-styrofoam-kemasan-makanan/

    Balas

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Share this entry
  • Share on Facebook
  • Share on Twitter
  • Share on WhatsApp
  • Share on Pinterest
  • Share on LinkedIn
  • Share on Tumblr
  • Share on Vk
  • Share on Reddit
  • Share by Mail
https://j5p0.c12.e2-5.dev/sampahlaut/logo-tkn-1.jpg 0 0 admin https://j5p0.c12.e2-5.dev/sampahlaut/logo-tkn-1.jpg admin2020-11-03 09:46:382020-11-03 09:46:38Bukan Styrofoam, Kemasan Makanan Ini Ramah Lingkungan
1 reply
  1. chayra
    chayra says:
    November 1, 2022 at 11:06

    informasi yang menarik, yuk kunjungi artikel unair https://www.unair.ac.id/raih-juara-ii-mahasiswa-unair-gagas-straw-box-pengganti-styrofoam-kemasan-makanan/

    Balas

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru

  • Dipuji Pakar Lingkungan, Gagasan Gubernur Koster Soal Sampah Dinilai Solusi TuntasAgustus 9, 2025 - 02:04
  • Pastikan Progres Pengolahan Sampah, Menko Pangan ke TPST MengwitaniAgustus 9, 2025 - 02:00
  • Pemkab Pandeglang Respons Protes Warga soal TPA Tampung Sampah TangselAgustus 9, 2025 - 01:50
  • China is the world’s biggest plastic producer — making as much as 6 countries combinedAgustus 9, 2025 - 01:44
  • More than 200 lobbyists at UN’s plastic treaty talks will limit progress, campaigners warnAgustus 9, 2025 - 01:36

Gedung Manggala Wanabakti, Jl. Gatot Subroto RT.1/RW.3 Glora, Tanah Abang Jakarta Pusat 12190

sekretariat@tknpsl.id

INSTITUSI TERKAIT

SISTEM

  • Sistem Pelaporan
  • Data Sampah
SOSIAL MEDIA
  • Share on Facebook
  • Share on LinkedIn
  • Link to Instagram
  • Link to Youtube

Copyright © 2020 Tim Koordinasi Nasional Penangan Sampah Laut

Mengenal Eco Enzym, Urai Sungai dari Limbah Rumah dan PabrikIndonesia Berbagi Pengalaman Penuhi Target Pengurangan Sampah Plastik Laut 70...
Scroll to top