Loading
Tim Koordinasi Nasional Penanganan Sampah Laut
  • TENTANG KAMI
    • LATAR BELAKANG
    • STRUKTUR ORGANISASI
    • KELOMPOK KERJA
  • REGULASI
  • POJOK INOVASI
    • EKONOMI
    • TEKNOLOGI
    • KEPEMERINTAHAN
    • KEMASYARAKATAN
  • KNOWLEDGE
    • BERITA
      • NEWSLETTER
    • DOKUMEN
      • FILE
  • EVENTS
    • PROGRAM
      • LABUAN BAJO
    • INC-3
    • EUPHORIA
    • UN OCEAN CONFERENCE
      • MONITORING and ASSESSMENT
      • GLOBAL COMMITMENTS and ACTIONS
    • RESIK
  • Search
  • Menu Menu

Ariza Menaruh Perhatian Besar Pada Kantong Pengganti Plastik Berbahan Singkong

Pewarta :  Rahmadhani(12 Agustus 2020)

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA – Wakil Gubernur DKI Jakarta A Riza Patria menaruh perhatian besar pada teknologi kantong pengganti plastik berbahan singkong yang bisa dipakai ulang.

Karena, kantong tersebut memiliki sejumlah kelebihan, seperti ramah lingkungan, dapat dipakai ulang, anti air, bisa dipakai berulang-ulang, dapat dilipat masuk tas, serta memiliki harga yang sangat terjangkau.

“Saya kira mengapa tidak ya, kita di DKI sebagai etalase nasional dan internasional bisa ikut mendukung dan mengangkat teknologi sendiri dengan bangga, toh jadi produksi semua dalam negeri, mengurangi impor, dan mensejahterakan rakyat DKI sebagai salah satu solusi sesuai Pergub 142/2019,” ujar wagub.

Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta M Taufik menilai, sangat bagus kalau ada kantong-kantong nabati seperti singkong, tetapi harus yang tidak larut air. Kenapa, karena kantong ini harus bisa tahan air, hujan, uap panas, karena harus bisa dipakai berulang-ulang. Juga, agar bisa dicuci juga oleh masyarakat, agar aman dari kuman, maupun virus seperti Covid-19.

“Penting sekali pakai kantong singkong yang tahan air dan tidak larut sesuai dengan keinginan Pergub 142/2019 itu sendiri,” katanya. Lebih lanjut kata Taufik, cukup urgen dan perlu sesegera mungkin hal ini diwujudkan, karena ia melihat di pasaran yang ada hanya kantong-kantong kertas yang mudah rusak kena air, tidak bisa dicuci, mudah sobek.

“Pastinya, kalau kita pakai kebanyakan kertas, dapat merusak alam, karena hutan-hutan dan pohon ditebang. Apalagi kalau kantong spunbond polypropylene / PP non woven yang bisa dipakai ulang tetapi 100 persen plastik tidak terurai, sehingga sampahnya juga akan menjadi mikroplastik dan numpuk di TPA nanti beribu-ribu ton.

Pemakaian kantong spunbond ini juga berarti berkurangnya material untuk masker, APD, dan lainnya, yang sangat dibutuhkan di era Covid-19 ini, atau berarti meningkatnya impor kita.

Nah, dengan adanya solusi-solusi lain seperti kantong singkong tidak larut yang bisa ikut menjadi bagian kantong ramah lingkungan, berarti mengurangi tekanan permintaan terhadap kertas dan spunbond ini.

Apalagi ini teknologi 100 persen lokal sehingga kita bisa bangga menggunakan solusi dalam negerti sendiri,” terangnya.

Kepala Seksi Pengelolaan Sampah Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta Rahmawati saat ditanya mengenai, implementasi Pergub Nomor 142 tahun 2018 yang sudah berjalan sejak 1 Juli 2020 mengatakan, pihaknya masih melaukan proses pengawasan, namun secara umum berjalan baik.

“Masyarakat banyak yang membawa tas belanja sendiri, pedagang pasar pun merasakan penghematan karena tidak perlu menyediakan kresek,” ucapnya.

Terkait tanggapan tentang komentar Wakil Ketua DPRD Mohammad Taufik dan juga Pak Wagub tentang gunakan Kantong Singkong sebagai salah satu solusi kantong ramah lingkungan pakai ulang? Bagaimana dengan surat pemberitahuan dari Kepala Dinas tentang kantong tapioka tidak termasuk ramah lingkungan pakai ulang, Rahmawati tidak memberikan jawaban.

Mengenai adanya surat pemberitahuan / edaran dari Dinas LH yang mengatakan bahwa kantong singkong / tapioka tidak termasuk kantong ramah lingkungan pakai ulang, Rahmawati menjelaskan, pihaknya berpegang pada Pergub 142/2019. Ini bukan soal ramah lingkungan atau tidak ramah lingkungan.

“Ini soal definisi Pergub 142/2019, yang mendefinisikan kantong belanja yang diperbolehkan sebagai kantong belanja guna ulang, dirancang untuk dapat digunakan berulang kali, yang kuat dengan ketebalan yang memadai. Kalau produk tersebut tidak dapat memenuhi definisi dalam Pergub 142, maka kami tidak dapat mengizinkan,” kilahnya.

Kepala Dinas KLH saat dihubungi terpisah oleh wartawan melalui pesan WA menjelaskan, evaluasi dari implementasi Pergub 142 sedang dan terus dilakukan. “Semua saran masukan dari seluruh pemangku kepentingan, menjadi bahan dan bagian yang dipertimbangkan untuk Jakarta yang lebih baik, lebih Maju kotanya, lebih bahagia warganya. Terimakasih,” tulisnya.

Artikel ini telah tayang di Wartakotalive dengan judul Ariza Menaruh Perhatian Besar Pada Kantong Pengganti Plastik Berbahan Singkong, https://wartakota.tribunnews.com/2020/08/20/ariza-menaruh-perhatian-besar-pada-kantong-pengganti-plastik-berbahan-singkong.
Penulis: Fitriyandi Al Fajri
Editor: Agus Himawan

Share
  • Share on Facebook
  • Share on Twitter
  • Share on WhatsApp
  • Share on LinkedIn
  • Share by Mail

Berita Terbaru

  • Dipuji Pakar Lingkungan, Gagasan Gubernur Koster Soal Sampah Dinilai Solusi TuntasAgustus 9, 2025 - 02:04
  • Pastikan Progres Pengolahan Sampah, Menko Pangan ke TPST MengwitaniAgustus 9, 2025 - 02:00
  • Pemkab Pandeglang Respons Protes Warga soal TPA Tampung Sampah TangselAgustus 9, 2025 - 01:50
  • China is the world’s biggest plastic producer — making as much as 6 countries combinedAgustus 9, 2025 - 01:44
  • More than 200 lobbyists at UN’s plastic treaty talks will limit progress, campaigners warnAgustus 9, 2025 - 01:36

Gedung Manggala Wanabakti, Jl. Gatot Subroto RT.1/RW.3 Glora, Tanah Abang Jakarta Pusat 12190

sekretariat@tknpsl.id

INSTITUSI TERKAIT

SISTEM

  • Sistem Pelaporan
  • Data Sampah
SOSIAL MEDIA
  • Share on Facebook
  • Share on LinkedIn
  • Link to Instagram
  • Link to Youtube

Copyright © 2020 Tim Koordinasi Nasional Penangan Sampah Laut

Khusus Kelola Sampah, Bupati Suwirta Segera Wujudkan Koperasi Gema Nadi Les...Aroma Tak Sedap Impor Sampah
Scroll to top