Loading
Tim Koordinasi Nasional Penanganan Sampah Laut
  • TENTANG KAMI
    • LATAR BELAKANG
    • STRUKTUR ORGANISASI
    • KELOMPOK KERJA
  • REGULASI
  • POJOK INOVASI
    • EKONOMI
    • TEKNOLOGI
    • KEPEMERINTAHAN
    • KEMASYARAKATAN
  • KNOWLEDGE
    • BERITA
      • NEWSLETTER
    • DOKUMEN
      • FILE
  • EVENTS
    • PROGRAM
      • LABUAN BAJO
    • INC-3
    • EUPHORIA
    • UN OCEAN CONFERENCE
      • MONITORING and ASSESSMENT
      • GLOBAL COMMITMENTS and ACTIONS
    • RESIK
  • Search
  • Menu Menu

Fakta Unik Wayang Uwuh dari Jogja, Terbuat dari Bahan Dasar Sampah

merdeka.com (19 Januari, 2023)

bahan dasar sampah

Wayang Uwuh. ©Instagram/@wayanguwuh. ©2023 merdeka.com (merdeka.com)

Merdeka.com – Saat ini, Kota Yogyakarta sedang bergelut dengan permasalahan sampah yang semakin darurat. TPA Piyungan yang menjadi tempat penampungan sampah dari Kota Yogyakarta sudah melebihi kapasitas dan kemungkinan tidak lagi mampu menampung sampah dalam waktu dekat.

Oleh karena itu warga dituntut kreatif dalam mengelola sampah. Salah satu kreativitas itu ditunjukkan oleh Iskandar Hardjodimuljo. Sudah sejak tahun 2013 ia menekuni bidang pembuatan wayang. Uniknya dia membuat wayang dari bahan dasar sampah.“Bahan bakunya dari lingkungan sekitar rumah saja. Kadang kertas kotak makan atau botol plastik,” kata Iskandar dikutip dari ANTARA pada Selasa (17/1).

Berikut selengkapnya:

Buat Wayang dari Sampah
Sehari-hari Iskandar butuh sampah-sampah anorganik sebagai bahan baku wayangnya. Wayang yang terbuat dari bahan baku seperti kertas kotak makanan atau plastik botol minuman itu kemudian dikenal sebagai wayang uwuh. Dalam bahasa Jawa, “uwuh” berarti sampah.

Baca Juga: PLN Coal Waste Sulap Becomes A Mosque In Jepara

Menurutnya, orang cenderung tidak akan melirik sampah kertas atau botol plastik yang sudah teronggok kotor dan lusuh di tempat sampah. Tetapi saat sampah itu disulap ke dalam bentuk lain, maka masyarakat tertarik untuk memilikinya. Apalagi wayang uwuh hasil karyanya tidak kalah menarik jika dibandingkan dengan wayang yang terbuat dari kulit atau kayu yang harganya jelas lebih mahal.

Pameran di Luar Negeri
Kiprah Iskandar untuk menyelamatkan lingkungan sekaligus menjaga tradisi melalui wayang uwuh mengantarnya melanglang buana ke berbagai negara untuk memamerkan hasil karyanya. Pada tahun 2017 lalu, karyanya sempat dipamerkan di Bangkok dalam sebuah pameran tunggal dan workshop selama dua pekan. Bahkan karyanya juga melanglang buana hingga Prancis dan ada pula yang menjadi koleksi museum etnografi di Belanda.

Beberapa mahasiswa dari sejumlah perguruan tinggi pun tertarik untuk mengupas sepak terjang pria 60 tahun itu. Salah satunya adalah Adrian, mahasiswa dari Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga. Tak hanya sebagai seniman, di mata Adrian Iskandar adalah pria yang membawa isu lingkungan hidup bagaimana menjaga bumi agar tetap lestari.

Baca Juga: Kebiasaan Memilah Sampah

Mahasiswa jurusan psikologi itupun kagum dengan kegigihan dan semangat yang ditujukan Iskandar untuk melakoni dua peran sekaligus, yaitu sebagai seorang aktivis lingkungan dan seniman.

Punya Nilai Jual Tinggi
Satu wayang uwuh yang dibuat Iskandar dijual dengan harga Rp25 ribu atau Rp50 ribu, tetapi ada pula yang dijual dengan harga Rp1 juta, tergantung besar wayang dan tingkat kesulitan serta kerumitan selama proses pembuatannya. Ia memastikan wayang hasil karyanya tetap memiliki ciri khas dari setiap tokoh wayang, khususnya pada bagian raut muka yang menjadi simbol utama dari tokoh wayang yang digambarkan.

Sementara untuk warna-warnanya yang dipilih sudah menjadi ciri khas yang melekat pada Iskandar. Hal ini justru membedakannya dengan seniman-seniman lain. Ia berharap seluruh masyarakat dapat mengolah sampah dengan baik. Ia khawatir, bila permasalahan sampah ini tidak bisa ditangani secepatnya, anak-anak di Indonesia akan tumbuh dikelilingi dengan permasalahan sampah.

Artikel ini telah tayang di https://merdeka.com/ dengan judul “Fakta Unik Wayang Uwuh dari Jogja, Terbuat dari Bahan Dasar Sampah”,

Klik untuk baca: https://www.merdeka.com/jateng/terbuat-dari-bahan-dasar-sampah-ini-fakta-unik-wayang-uwuh-dari-jogja.html

By merdeka.com

Share this entry
  • Share on Facebook
  • Share on Twitter
  • Share on WhatsApp
  • Share on Pinterest
  • Share on LinkedIn
  • Share on Tumblr
  • Share on Vk
  • Share on Reddit
  • Share by Mail
0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Koordinasikan Penataan Infrastruktur Kawasan Borobudur, Kemenko Marves Sinergikan Konsep ITMP dengan Usulan Masyarakat

Januari 31, 2020
Maritim dan Investasi – Magelang – Penguatan koordinasi…
https://sampahlaut.id/wp-content/uploads/2020/02/infrastruktur-kawasan-borobudur-1.jpg 853 1280 admin https://j5p0.c12.e2-5.dev/sampahlaut/logo-tkn-1.jpg admin2020-01-31 14:07:112020-03-24 14:37:16Koordinasikan Penataan Infrastruktur Kawasan Borobudur, Kemenko Marves Sinergikan Konsep ITMP dengan Usulan Masyarakat
Page 210 of 210«‹208209210

Berita Terbaru

  • Dipuji Pakar Lingkungan, Gagasan Gubernur Koster Soal Sampah Dinilai Solusi TuntasAgustus 9, 2025 - 02:04
  • Pastikan Progres Pengolahan Sampah, Menko Pangan ke TPST MengwitaniAgustus 9, 2025 - 02:00
  • Pemkab Pandeglang Respons Protes Warga soal TPA Tampung Sampah TangselAgustus 9, 2025 - 01:50
  • China is the world’s biggest plastic producer — making as much as 6 countries combinedAgustus 9, 2025 - 01:44
  • More than 200 lobbyists at UN’s plastic treaty talks will limit progress, campaigners warnAgustus 9, 2025 - 01:36

Gedung Manggala Wanabakti, Jl. Gatot Subroto RT.1/RW.3 Glora, Tanah Abang Jakarta Pusat 12190

sekretariat@tknpsl.id

INSTITUSI TERKAIT

SISTEM

  • Sistem Pelaporan
  • Data Sampah
SOSIAL MEDIA
  • Share on Facebook
  • Share on LinkedIn
  • Link to Instagram
  • Link to Youtube

Copyright © 2020 Tim Koordinasi Nasional Penangan Sampah Laut

PLN Coal Waste Sulap Becomes A Mosque In Jeparacoal wastesampah sembaranganSanksi Pidana Buang Sampah Sembarangan
Scroll to top